This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 18 Desember 2010

Mark Zuckerberg Dinobatkan Jadi Person of The Year 2010

Mark Zuckerberg, pendiri dan CEO situs jejaring sosial populer Facebook dan miliarder termuda di dunia dinobatkan sebagai Person of The Year 2010 versi majalah Time. Demikian dilansir Contactmusic.com, Kamis (16/12).

Pria berusia 26 tahun ini meraih ketenaran saat dirinya diadaptasi menjadi sebuah film Hollywood baru-baru ini, The Social Network, dibintangi Jesse Eisenberg yang memerankan dirinya. Zuckerberg berhasil menyisihkan pendiri situs whistle-blowing WikiLeaks, Julian Assange, yang kini tengah dipenjara di London atas tuduhan pelecehan seksual dan mendarat di urutan kedua.

Saat mengumumkan penobatan penghargaan ini kepada Zuckerberg, pihak Time mengatakan, "Dalam waktu kurang dari tujuh tahun, Zuckerberg berhasil menghubungkan kita bersama dalam satu jejaring sosial. Kita semua sudah masuk ke era Facebook dan Mark Zuckerberg adalah orang yang membawa kita ke era itu."

Time menekankan, penghargaan ini tak dimaksudkan sebagai "kehormatan." Seperti penerima sebelumnya juga, Time pernah menobatkan penghargaan ini kepada diktator Adolf Hitler dan Joseph Stalin, serta presiden AS Richard Nixon yang turun gara-gara skandalWatergate.

Majalah itu juga mengumumkan daftar tahunan dari People Who Mattered 2010, yang di dalam daftarnya ada Justin Bieber, Sandra Bullock, Lady Gaga dan tokoh-tokoh pemeran serial Glee. Pembawa acara talk show Conan O Brien, dan rapper kontroversial Kanye West juga ada di daftar itu.

Siapa Penemu Facebook ?

Facebook memang fenomenal. Sejak diluncurkan lima tahun silam, pengguna jejaring sosial ini sudah 150 juta lebih. Siapa penemu Facebook? Dia adalah seorang mahasiswa Harvard bernama Mark Zuckerberg. Keanggotaan FB pada awalnya dibatasi untuk siswa dari Harvard College. Dalam dua bulan selanjutnya, keanggotaannya diperluas ke sekolah lain di wilayah Boston, Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, dan semua sekolah yang termasuk dalam Ivy League.

Banyak perguruan tinggi lain yang selanjutnya ditambahkan berturut-turut dalam kurun waktu satu tahun setelah peluncurannya. Akhirnya, orang-orang yang memiliki alamat e-mail suatu universitas dari seluruh dunia dapat juga bergabung dengan situs ini.

Selanjutnya dikembangkan pula jaringan untuk sekolah-sekolah tingkat atas dan beberapa perusahaan besar. Sejak 11 September 2006, orang dengan dengan alamat email apa pun dapat mendaftar di Facebook. Pengguna dapat memilih untuk bergabung dengan satu atau lebih jaringan yang tersedia, seperti berdasarkan sekolah tingkat atas, tempat kerja, atau wilayah geografis.

Hingga Juli 2007, situs ini memiliki jumlah pengguna terdaftar paling besar di antara situs-situs yang berfokus pada sekolah dengan lebih dari 34 juta anggota aktif yang dimilikinya dari seluruh dunia.

Dari September 2006 hingga September 2007, peringkatnya naik dari posisi ke-60 ke posisi ke-7 situs paling banyak dikunjungi, dan merupakan situs nomor satu untuk foto di Amerika Serikat, mengungguli situs publik lain seperti Flickr, dengan 8,5 juta foto dimuat setiap harinya.

Berkat penemuannya yang jenius itu, Mark saat ini termasuk dalam daftar orang terkaya di dunia. Kekayaannya kini ditaksir sebesar 15 miliar dolar AS. Dia juga masuk ke daftar Forbes sebagai orang terkaya ke-785 sedunia.

Mark hari ini masuk dalam urutan nama orang yang paling berpengaruh dalam dunia industri berteknologi tinggi. Demikian hasil penilaian sebuah panel sekumpulan pakar dari agenda pertemuan VIII Setter pool oleh Silicon.com. Agenda Setter fokus pada 50 orang yang mengubah wajah industri teknologi di tahun 2007 dan merupakan tolak ukur sukses di industri IT.

Di Indonesia

Sejak FB booming, banyak orang yang meninggalkan account friendster-nya dan menggantikannya dengan FB. Situs ini mampu menjadi lambang gaul masyarakat modern. Dengan tingkat pertumbuhan sebesar 645 persen pada 2008, Indonesia menjadi negara Asia Tenggara dengan tingkat pertumbuhan penduduk tercepat di Facebook, mengalahkan Malaysia, India, Thailand, Singapura, dan bahkan Cina.

Yang lebih hebat, 831 ribu orang Indonesia yang ada di FB ini ternyata baru mewakili 0,4 persen dari jumlah total penduduk Indonesia. Pada tahun 2007, terdapat penambahan 200 ribu account baru per harinya. Lebih dari 25 juta user aktif menggunakan FB setiap harinya. Rata-rata user menghabiskan waktu sekitar 19 menit per hari untuk melakukan berbagai aktifitas di FB.

Facebook kian melambung ketika Barack Obama, ketika itu Capres AS, menggunakannya untuk menggalang dukungan dan dana kampanye. Saat itu sahabat Obama tercatat 5.338.731 orang. Satu faktor yang memberi sumbangsing pria yang pernah sekolah di Indonesia ini menjadi Presiden AS.

Politikus dunia yang tertara namanya di FB adalah John Mc Cain, Sarah Palin, Nelson Mandela, Silvio Berlusconi, Nicolas Sarkozy, Arnold Schwarzenegger, Dr Mahathir Mohammad. Di Indonesia ada SBY, Gus Dur, dan Megawati Soekarno Putri. Di level lokal ada Alex Noerdin, Dodi Reza, Aziz Kemis, Dhaby.

Membangkitkan Suspense Pembaca


PERNAHKAH anda membaca sebuah cerita fiksi yang terus-menerus membangkitkan rasa ingin tahu tentang kelanjutan kisahnya? Jika pernah, inilah salah satu ciri dari sebuah karya yang “berhasil.” Karya itu, seolah mengajak kita untuk mengikuti alurnya, tanpa sedikitpun membuat kita merasa jenuh, tapi malah membuat kita merasa sayang untuk melewatkannya. Tentu, kalau sudah begitu, karya itu pun akan digemari oleh banyak pembaca.

Nah, rasa ingin tahu pembaca, yang juga dapat disebut dengan istilah suspense (sebab mengacu kepada “ketegangan” yang dialami pembaca), adalah satu hal yang mesti dipertimbangkan dengan serius oleh seorang penulis. Sebab, jika gagal membangkitkan ketegangan dan rasa ingin tahu itu, otomatis gagal pula mengajak atau membawa pembaca untuk ikut dalam kisah yang kita tulis sampai akhir. Dengan begitu, bukankah juga dapat dikatakan bahwa cerita kita itu “gagal” sebagai sebuah karya?

Menjaga dan membangkitkan suspense, bisa gampang-gampang susah. Bagi yang terbiasa dengan bacaan-bacaan apresiatif, misalnya novel-novel sastra yang “berat” dan “serius” atau terbiasa dengan tontonan film-film drama Barat yang membuat kita berpikir, maka membuat suspense bisa gampang. Tapi bagi yang lebih suka membaca buku-buku ringan dan menghibur saja, dengan jalan cerita biasa-biasa saja, yang tak membuat kita berpikir keras, atau suka menonton sinetron dan acara-acara hiburan melulu, maka tentu membuat suspense menjadi susah.

Salah satu cara yang biasa dipakai para penulis untuk membangkitkan suspense pembaca adalah dengan menampilkan tanda-tanda, semacam konflik-konflik kecil, yang akan membawa pembaca secara intensif menuju ke konflik dari peristiwa yang lebih besar. Artinya, jangan terlalu terburu-buru untuk memberitahu berbagai informasi kepada pembaca. Sebaiknya tunda dulu. Beri semacam rasa penasaran, atau ketidakpastian terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam cerita kita itu. Dengan begitu, akan timbul semacam misteri. Sebuah misteri, pasti membangkitkan suspense.
Saya kira, membangkitkan suspense tak semata-mata hanya terkait dengan menunda-nunda keingin-tahuan pembaca terhadap kelanjutan cerita, tapi juga bisa digarap dari sisi yang lain. Misalnya juga terkait bagaimana pembaca merasa terlibat dengan nasib yang akan menimpa tokoh-tokoh yang diceritakan dalam karya tersebut. Sebab biasanya, tokoh dalam ceritalah yang menggerakkan alur, yang menghidupkan peristiwa-peristiwa. Tokoh, juga menjadi fokus dalam membangkitkan minat pembaca terhadap cerita.

Coba sesekali anda baca karya-karya Pramoedya Ananta Toer misalnya. Atau baca juga Ronggeng Dukuh Faruk karya Ahmad Tohari. Kalau yang agak lebih muda, coba anda cari novel Rahasia Meede karya E.S Ito. Temukan suspense di sana. Akan sulit bagi pembaca untuk sekejap saja melepaskan ingatan tentang nasib si Srintil, tokoh dalam cerita Ronggeng Dukuh Faruk, dari awal sampai akhir. Begitu pula, meski novel berlatar sejarah dalam karya-karya Pramoedya, juga yang lebih muda karya E.S Ito, tidak kemudian membuat jenuh, karena misteri yang terjaga, senantiasa membangitkan rasa ingin tahu yang mendalam dan menegangkan.

Maka suspense pun, dengan begitu, pastilah terkait dengan plot dan konflik, sebagaimana yang sudah saya bahas dalam “bengkel sastra” dua edisi sebelumnya. Plot cerita yang kita susun harus membuat rasa ingin tahu pembaca bangkit. Konflik-konflik yang kita ciptakan, harus membuat rasa ingin tahu pembaca secara bertahap dan terjaga kian menanjak naik, menuju klimaks.

Mungkin, dalam menulis cerpen, tidak begitu sulit mempertahankan suspense pembaca, sebab ia hanya beberapa halaman saja. Tapi untuk menulis novel, yang memang memerlukan ketelitian dan kesabaran ekstra karena kisah yang panjang, maka menjaga suspense jadi persoalan cukup serius yang tak terhindarkan. Saran saya, buatlah kerangka karangan terlebih dahulu. Atau draft cerita, yang disusun dari plot demi plot. Tempatkan dengan baik tokoh-tokohnya dan konflik-konfliknya. Pilih dengan cermat di mana berakhirnya klimaks dalam persitiwa itu.

Anda, di edisi ini hadir puisi “Denting Kegelapan” karya Sri Maya Cahyati. Jika dibaca sekilas, puisi ini terasa padat permainan diksinya. Ada cukup banyak baris-baris diksi yang membuat kita agak mengerutkan kening membacanya. Saya kira, Sri memang telah mencoba untuk berupaya menghadirkan imaji-imaji berlapis dalam puisinya, namun sayangnya, lapisan-lapisan itu terasa belum padu, belum saling mendukung. Sehingga bangunan puisi jadi lemah. Meski begitu, jangan putus asa, Sri. Terus menulis, tawarkan keluasan makna dalam puisi Anda.

Berikut, ada puisi Dwi Shanidra, berjudul “Laila.” Puisi naratif ini, cukup terang, dan dapat dicerna dengan jelas. Puisi naratif seperti ini, kadang memang membuat kita ragu, apakah bisa disebut sebagai puisi. Tapi sebaiknya kita tetap melihat bahwa apa yang diciptakan oleh sobat kita Dwi ini adalah sebuah puisi. Sebab, setidaknya, Dwi telah “berniat” membuat puisi. Terutama, di akhir puisi, Dwi dapat menutup dengan sikap yang heroik dalam perjuangannya menemukan si jantung hati, Laila.

Puisi ketiga, berjudul “Kaki Pelangi” karya Melody. Judul puisi ini menarik. Membangkitkan metafora dan imajinasi kita tentang sesuatu (mungkin tempat atau benda) bernama “kaki pelangi” itu. Ada satu perstiwa, semacam perjalanan aku-lirik dalam puisi ini. Perjalanan untuk mencari “makna hidup” dari sebuah pertemuan. Sebagai sebuah puisi cukup berhasil utuh, meski masih juga kita rasakan ada yang lemah di beberapa tempat. Semisal, ada yang tak selesai dari baris puisi “telah kutemui, bukan emas maupun harta,” dan seterusnya, seolah ada yang patah.

Lalu, puisi “Zikir Rindu” karya M Razid, tentu lebih terasa sebagai puisi yang religius. Puisi ini cukup kuat membangun diksi. Cukup berhasil membangun kepaduan (unity). Membacanya, baris per baris, ada tahap-tahap yang menanjak untuk dapat sampai ke akhir puisi, dengan sebuah pertanyaan yang menukik, sekaligus mendalam, “namun tiada tahu di huruf mana/ Engkau bersembunyi…”

Cerpen “Bunga yang Berembun” karya S. Ahmad Pandi, berkisah tentang problem keluarga, yang dialami oleh tokoh remaja bernama Bunga. Hubungan kedua orang tuanya retak. Sebuah konflik yang sebetulnya kerap kita temui di banyak cerita fiksi, atau juga non-fiksi. Mungkin, kelebihan Pandi, dia berupaya memainkan plot, dengan membuat kejutan di akhir cerita. Meski, kejutan itu, bagi pembaca yang jeli, tidak terlalu membangkitkan sesuatu yang baru. Tentu, kelak Pandi harus bisa pula lebih menajamkan konflik-konflik, memperdalam karakter tokoh.***

Memainkan Sudut Pandang dalam Cerita

Teman-teman, salah satu trik yang dapat membuat karya kita menjadi lebih memikat dan menarik untuk dibaca adalah dengan memainkan sudut pandang (point of view). Apa itu sudut pandang? Bagaimana pula cara memainkannya?

Setiap orang sebenarnya memiliki sudut pandang yang berbeda-beda ketika menceritakan sebuah peristiwa.Misalnya, peristiwa gempa di Sumatera Barat beberapa waktu lalu, diwartakan oleh media massa dengan berbagai sudut pandang. Ada yang berkisah tentang nasib korban, ada yang mengurai tentang peran pemerintah setempat dalam menanggulangi bencana, ada pula yang bercerita tentang kedahsyatan gempa itu lewat gambaran bangunan yang ambruk, dan banyak lagi. Jadi, satu perstiwa bisa diolah dari berbagai sudut pandang.

Di dunia sastra, kecerdikan memainkan sudut pandang ini menjadi penting. Karena, kalau tidak pandai-pandai, maka tema cerita yang kita angkat dalam karya kita akan terkesan seragam dan basi. Sebab, kata orang “tak ada yang baru di bawah matahari ini.” Tema “cinta” misalnya, pasti akan segera menjenuhkan jika sudut pandangnya hanya seputar tentang jatuh cinta dan patah hati. Padahal ada banyak sudut pandang konflik di sana yang bisa berpotensi membuat karya kita menjadi lebih hidup dan khas.

Benar, sejak dunia ini ada sampai kini, tema “cinta” seolah tak ada habisnya. Banyak karya sastra lahir menghadirkan “cinta” baik sebagai tema utama, maupun sebagai bumbu saja. Nah, kenapa kemudian karya-karya serupa itu, juga nampaknya masih juga diminati banyak pembaca? Karena, yang pasti, selama masih ada manusia (yang punya perasaan) di dunia ini, selama itu pulalah cinta itu ada. Soalnya sekarang, kisah cinta yang seperti apakah yang mampu bertahan dalam gerusan zaman?

Maka, cara memainkan sudut pandang adalah salah satu upaya untuk menghadirkan kebaruan dalam karya kita, meski dengan tema yang sudah kerap digarap orang lain. Bagaimana caranya? Tentu, dengan melihat persoalan dalam tema tersebut dari kacamata yang berbeda. Bagaimana kita bisa tahu kalau itu berbeda? Tentu, jawabannya kembali pada kebutuhan awal seorang penulis, yakni membaca karya orang lain. Sebab, dengan membaca karya orang lain, maka kita akan segera tahu bahwa ternyata sudut pandang itu sudah pernah ditulis orang, sudut pandang yang ini sudah pernah digarap orang.

Semakin banyak kita membaca karya orang lain, semakin terbuka wawasan kita tentang kecenderungan sudut pandang yang dipilih oleh orang lain. Nah, dengan begitu, semakin terbuka pula kesempatan kita untuk mengambil sudut pandang cerita yang “belum” digarap oleh orang lain.

Putu Wijaya, pernah bilang, “…dengan memainkan sudut pandang, segala sesuatu bisa berkembang, berubah bahkan mungkin bertolak belakang.” Putu kemudian memberi contoh begini, “seorang yang pendek dapat diejek paling pendek di antara orang-orang yang tinggi. Tetapi sebaliknya ia juga bisa dipuji sebagai yang terpendek dari yang lain.” Artinya, teman-teman, jangan pernah hanya melihat persolan itu dari hitam-putih saja, tapi ayo, galilah berbagai kemungkinan, berbagai sudut padang, dan di sanalah nilai kreativitas itu.

Baiklah, edisi ini, cerpen “Bukan Pilihan” karya Adillah Suja hadir menemui kita. Cerpen dengan tema cinta, yang sebenarnya masih dengan sudut pandang penceritaan yang awam dipakai. Kesederhanaan narasinya, mungkin bisa memberi kenikmatan tersendiri bagi pembaca. Meskipun, banyak detil yang perlu diolah kembali, semisal, apa sebab si Zul tak selesai-selesai kuliahnya?

Untuk puisi, ada “Pahatan Hidup” karya Dian Martinah. Dengan diksi-diksi yang cukup “tersusun rapi” suasana perasaaan si aku-lirik dapat tergambar pada kita dengan terang. Perjalanan hidup, adalah tema utamanya, dan bisa lebih luas jika pandai mengembangkan lebih jauh.

Edisi ini, setidaknya ada 4 puisi yang pendek. Pertama, “Kembang Tua” karya Burhan Ali. Cukup impresif, dan liris. Ada perjuangan, ada sepi, ada haru, ada iba. Kedua, puisi Syarifuddin berjudul “Diam.” Sebenarnya cukup terang kita tangkap arah puisi ini, tapi menjadi agak rumpang karena baris-baris diksi puisinya masih lemah. Seperti ada uraian yang belum usai dari puisi ini.

Ketiga, Julisman dengan “Ingin Kau Pergi.” Puisi sederhana ini, sebetulnya dapat menyimpan kekuatan, meski ada kesan terburu-buru dalam penulisannya. Permainan rima, adalah sebuh upaya memperindah puisi, meski belum maksimal. Puisi pendek keempat, “Perjuangan Masa Depan” karya Adang Sumarna. Sebuah puisi sederhana, yang masih terus perlu digali kemungkinan pemilihan kata dan diksinya.

“Kisah Air” karya Melody, hemat saya adalah puisi yang menarik. Karya-karya Melody, yang juga pernah termuat sebelumnya juga berpotensi cukup menarik. Jika Melody terus menulis, dan tak cepat jenuh, mau terus belajar, tentu harapan menjadi penyair akan terbuka di masa de-pan.***

APA YANG BANYAK DILAKUKAN REMAJA INDONESIA SAAT INI DI DEPAN INTERNET????


Oleh : Dika Kidz

Apa sih sebenarnya kerjaan Remaja sekarang kalau sudah berada di depan internet??? Jawabannya pasti Facebook, Twitter, Point Blank, Poker. Beberpa sumber menyatakan bahwa ketertarikan remaja sekarang bermain internet adalah karena adanya situs jaringan social Facebook dan Game Online Point Blank. Kecanduan Facebook dan Point Blank ini yang agak sulit untuk dilawan karena kedua jaringan ini (FB-PB) sudah sangat populer di Indonesia sendiri. Beberpa teman remaja yang telah di Tanyai tentang masalah ini mengatakan bahwa kecanduan Facebook ini dikarenakan Fb sudah sangat dekat dengan kehidupan sehari harinya, adapula yang mengatakan kalau gak punya Fb berarti ketinggalan Zaman dan sebagainya lah. Mengenai Game Online Point Blank juga banyak yang mengatakan ketertarikan mereka bermain game Perang ini diawali dengan rasa ingin tahu saja bagaimana permainan itu sendiri, alhasil banyak dari remaja remaja sekarang yang mengahambur-hamburkan uangnya untuk bermain Point Blank sampai berjam-jam. Bahkan waktu belajar mereka juga mereka sita karena kecanduan bermain Point Blank tsb, salah satunya adalah cabut sekolah. Banyak para remaja (khususnya anak sekolah) yang nongkrong di warnet warnet saat jam belajar hanya untuk bermain Point Blank. Padahal masih banyak hal yang lebih produktif yang bisa dilakukan di internet. Salah satunya dengan mencari artikel artikel, men-download buku, dsb. Bermain Facebook atau Bermain Point Blank sebenarnya juga tidak dilarang, tetapi harus ada batasannya agar kita tidak terlalu terjerumus ke dunia maya yang menyesatkan itu. Bermain Facebook sebenarnya juga memiliki banyak keuntungan. Salah satunya kita dapat berinteraksi dengan teman teman lama kita, ada juga yang menggunakan media Facebook sebagai tempat promosi suatu produk, ada juga yang menggunakan Facebook sebagai dukungan kepada suatu pihak/grup/personal. So... gak ada masalah untuk facebook-an asal kita dapat mengatur diri kita di dunia maya.-@

Manuver Pruduction Aekkanopan

Promosi Ni…… bagi kalian semua yang berada di sekitaran Aekkanopan, Labura dapat menggunakan jasa kami dalam hal Photography, Design Grapic, Photo Printing, Typing, Wedding Card., instalasi software/game. Lokasi kami berada di daerah Wonosari Lingkungan III no 116. No Telp(0624) 92678.
Atau juga bisa hubungi Contact Person kami :
1. Fanta Rai : 0852 7016 5877
2. Dicky Jean : 0821 6573 5288
3. Dika Kidz : 0878 9218 3518
Untu informasi lebih lanjut, silahkan lihat di Facebook. “MANUVER PRODUCTION”, terimakasih.

Jumat, 17 Desember 2010

SMK MUHAMMADIYAH-3 AEKKANOPAN

SMK MUHAMMADIYAH-3 AEKKANOPAN


Smk Muhammadiyah-3 Aekkanopan adalah Sekolah Menengah Kejuruan yang berada pada Pusat Kota Aekkanopan di Jl. K.h Ahmad Dahlan No. 16. Lingkungan sekitaran sekolah SMK Muhammadiyah juga sangat strategis, berdepanan dengan Masjid Taqwa Muhammadiyah dan berada tidak jauh dengan Puskesmas Aekkanopan dan Kantor Bupati Labuhanbatu Utara (sekitar 200m).
Smk Muhammadiyah yang di Kepala Sekolahi oleh Bpk. Taufik Hidayat S.Ag sendiri bergerak di kejuruan Kelompok Bisnis Manajemen (Akutansi) dan Tekhnik Komputer Jaringan (TKJ). Saat ini Smk Muhammadiyah berada di tahap pengembangan diri setelah dibukanya jurusan baru pada tahun ajaran 2010/2011 yaitu Tekhnik Komputer dan Jaringan (TKJ). Terbukti setelah melonjaknya siswa SMK Muhammadiyah tahun ajaran baru saat ini.
Untuk Kejuruan TKJ saat ini, SMK Muhammadiyah juga memiliki 4 guru pembimbing Professional meskipun baru seumur jagung jurusannya, itu merupakan wujud keseriusan pihak Smk Muhammadiyah sendiri untuk menciptakan para Tekhnisi-Tekhnisi handal nantinya. Antara Lain Bpk. Khairil Ikhwan yang merupakan Guru Pembimbing yg ber-title Sarjana Tekhnik, Bpk. Dedi Iskandar seorang guru pembimbing yang memiliki disiplin kuat dan seorang yang ahli dalam pengembangan dan pengelolaan Web, Bpk. Rusliadi guru yang ahli dalam Penganalisis Sistem Operasi Komputer, dan Bpk. Irfan Sapri seorang Tekhnisi handal di daerah Aekkanopan .
Saat ini jurusan TKJ memang paling banyak diminati Siswa-Siswi lainnya daripada Jurusan Akutansi. Tapi jangan salah, Jurusan yang satu ini(akutansi) sudah bergerak sangat lama dan sudah mempunyai nama didaerah Aekkanopan sendiri untuk urusan Bisnis dan Manajemen. Tentu dengan semakin meningkatnya siswa-siswi yang masuk ke jurusan TKJ tak membuat jurusan ini lantas meredup. Bahkan langkah demi langkah telah dipersiapkan dewan guru yang mengajar di bidang Akutansi untuk memajukan jurusan ini agar nantinya tidak tertinggal dengan jurusan lain.
Saat ini Pengembangan – Pengembangan system pengajaran semakin ditingkatkan pihak Guru dan para Majelis Pendidikan Muhammadiyah. Tak hanya di bidang kejuruan saja, di bidang agama juga semakin dikuatkan. Salah satunya dengan melakukan Sholat Berjama’ah di Masjid Taqwa Muhammadiyah saat waktu Lohor/Zuhur masuk. Diharapkan dengan sholat berjama’ah ini para siswa dapat meningkatkan keimanannya dan menjalin tali silaturahmi sesama siswa Muhammadiyah.
Untuk kedepannya, Perubahan – perubahan akan segera dilakukan pihak Majlis Pendidikan Muhammadiyah. Seperti Penambahan Gedung Lokal,Penambahan Lab Bahasa, dan pembenahan Lab Computer/ Work Shop. Tentunya dengan penambahan ini akan semakin bertambah pula calon Siswa-Siswi yang akan berlabuh ke Smk Muhammadiyah disaat tahun ajaran baru. Karena tahun ini dan tahun akan datang pemerintah lebih memprioritaskan Sekolah Sekolah Kejuruan daripada Sekolah sekolah menengah atas guna upaya untuk menaikkan sumber daya manusia di Labuhanbatu utara.-@.

Kamis, 02 Desember 2010

X 1 TKJ SMK MUHAMMADIYAH 3 AEKKANOPAN

Assalamualaikum teman teman.. terimakasih telah berkunjung ke Sites saya, semoga teman teman tidak bosan dan mudah mudahan artikel saya bermanfaat.. wassalam

Social Network